hiki's lifelog

Dinner with Her

If you could have dinner with anyone who has passed away, who?

Jawaban singkat saya: pacar saya, Akemi.

Sudah hampir 15 tahun sejak ia berpulang, dan ingin rasanya bisa ketemu sekali lagi dengannya.

Tak haruslah kami makan di tempat mewah. Cukup dengan makan malam dengan menu mie ayam di pinggir jalan, rasanya sudah cukup. Seperti dulu. Saya yakin ia bakal mau.

Saya ingat terakhir kali ia ke Jakarta di tahun 2009, saya ajak dia main ke sekitaran Senayan, mulai dari baca buku di perpustakaan Japan Foundation, main ke Plaza Senayan, hingga jajan di 7-11. Dari siang hingga sore hari. Pada malam harinya, sebelum pulang ke rumah, kami berdua makan mie ayam di sekitaran FX. Kalau saya tak salah ingat, itulah momen pertama ia makan mie ayam.

Momen saat makan mie ayam itu masih teringat samar-samar di saya. Deg-degannya saya apakah perutnya bakal cocok dengan makanan pinggir jalan, senyum manisnya saat makan mie ayam yang menurutnya enak, lalu raut wajah lelah orang-orang sekitar yang baru pulang kerja, macetnya Jalan Sudirman, bunyi klakson-entah dari Metromini hingga mobil pribadi di sana-sini, serta bus oranye TransJakarta yang sesekali lewat. Saya kangen momen-momen itu.

Beberapa bulan kemudian, giliran saya mengunjunginya di Jepang. Ia mengajak saya makan di luar beberapa kali, mulai dari restoran cepat saji hingga makan sushi di tempat yang terlihat mewah. Namun, momen makan mie ayam bersamanya tetap tak tergantikan bagi saya.

Seandainya saya bisa makan malam bersamanya lagi.


|

#Note