Pernikahan
Pekan lalu, saat sedang menjelajahi sosial media, secara tak sengaja saya mendapati seorang rekan saat SMA, L, baru saja menikah. Ia memposting kegiatan pre-wedding hingga pesta pernikahannya di sosial media. Karena ia berasal dari keluarga yang bisa dibilang kaya, tentulah acaranya terlihat mewah.
Apakah saya diundang? Tentu saja tidak. Dekat dengan dia saja rasanya tidak. Terlebih lagi, saya memang sengaja menjauhi rekan saat SMA karena masa lalu yang tak menyenangkan (dan tak ingin membuka luka lama). Saking tak menyenangkan masa-masa itu, hal apapun yang mengingatkan saya pada masa tersebut, seperti buku tahunan SMA, saya buang ke tempat sampah. Kalaupun saya diundang, saya mungkin tak akan datang karena tak ingin bertemu rekan yang lain dan orang-orang yang tak saya kenal.
Buat L, saya ucapkan selamat atas pernikahannya. Semoga kalian berdua bahagia dan langgeng selalu.