Lomo LC-A+
Kamera Lomo LC-A+ 35 mm.
Saya kenal kamera ini pertama kali pada saat saya mengunjungi Lomography Store di bilangan Jakarta Selatan bersama teman, circa 2009.
Saya jatuh cinta pada pandangan pertama pada kamera ini.
Kamera ini adalah salah satu kamera yang ingin sekali saya beli, selain kamera Diana Mini yang juga merupakan keluaran Lomography. Sayangnya, harganya cukup mahal bagi saya yang masih pelajar SMA kala itu. Sekitar satu juta Rupiah. Saya pun hanya bisa membayangkan dapat memiliki kamera ini suatu hari, dan jalan-jalan bersama serta memotret apapun yang saya suka.
Dua tahun berselang, kesempatan untuk membeli kamera ini pun datang. Tidak di Jakarta, melainkan saat berada di negara tetangga, Singapura.
Saat itu, program pertukaran pelajar yang saya ikuti di Singapura baru saja berakhir. Di minggu terakhir sebelum saya pulang ke tanah air, saya pergi ke Orchard Road untuk membeli beberapa oleh-oleh untuk keluarga. Saat saya mengunjungi Tangs, secara tidak sengaja saya menemukan Lomography Store di sana. Tanpa berpikir panjang, mampirlah saya ke sana.
Saat melihat-lihat, saya pun menemukan beberapa kamera Lomo LC-A+ berada dalam kondisi masih baru, tanpa lecet sama sekali, dipajang di sana. Yang lebih mengejutkan lagi adalah harga kameranya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan harga di Jakarta, yaitu sekitar 100 SGD (dengan kurs 1 SGD = Rp6500, kala itu). Saat itu, saya punya uang (dari keluarga dan dari sekolah) yang nilainya lebih dari cukup untuk membeli kamera impian saya ini. Namun entah mengapa, saya mengurungkan niat untuk membelinya, lalu meninggalkan toko dengan tangan hampa.
Belasan tahun kemudian, harga kamera ini naik empat kali lipat dan hampir menyentuh angka 5 juta Rupiah. Selain mahal, kamera ini pun sulit ditemukan.
Rasa menyesal karena tidak membeli pun sampai sekarang masih membekas di hati.