Pengalaman Menyakitkan Olahraga di Gym
Saya adalah tipe orang yang lebih senang berolahraga di rumah, daripada harus pergi ke Gym.
Hal tersebut bukan tanpa alasan.
Saya punya sebuah pengalaman menyakitkan saat berolahraga di Gym, yang membuat saya enggan ke Gym lagi.
Suatu ketika, saya memutuskan untuk olahraga di Gym karena pada saat itu saya merasa tubuh saya mulai mudah lelah dan ingin tubuh saya lebih fit, serta cuaca saat itu selalu hujan, jadi saya tak bisa berolahraga di luar ruangan.
Inilah kali pertama saya pergi ke Gym, dan saya memutuskan untuk pergi pada pagi hari karena saya pikir bakal sepi.
Sesampainya di Gym (yang hanya diisi oleh beberapa orang), saat berada di kasir saya langsung ditawari apakah saya berminat buat kartu anggota atau tidak. Saya menjawab tidak usah, karena saya ingin coba-coba dulu. Saya betul-betul tak tahu apa-apa soal Gym.
Seperti tempat Gym pada umumnya, di tempat Gym yang saya datangi saat itu terdapat berbagai macam alat untuk melatih otot. Setelah melihat sana-sini, saya pun memutuskan memilih treadmill karena saya cukup suka lari dan hanya ingin tubuh saya lebih fit saja. Tak haruslah tubuh saya berotot. Asal tubuh saya fit, itu saja sudah cukup.
Saya pun berlari di treadmill selama 35-40 menit. Selama saya berlari di treadmill, ada satu orang yang cukup memperhatikan saya berlari menggunakan treadmill sambil menggunakan alat berat untuk melatih otot.
Setelah puas (dan lelah) berlari menggunakan treadmill, saya pun beristirahat. Saat beristirahat, orang yang daritadi terus memperhatikan saya tiba-tiba bilang begini ke saya:
"Kalau cuma lari buat cari keringat, nggak usah ke Gym, mas."
Saya, yang tiba-tiba dikatai oleh orang yang tak saya kenal dengan ucapan seperti itu, langsung sedih dan sakit hati karenanya, bahkan hampir menangis di tempat. Saya saat itu pun lantas tak berpikir panjang dan memutuskan untuk beres-beres dan pulang ke rumah. Sejak saat itu, saya pun memantapkan hati untuk tak berolahraga di Gym lagi. Lebih baik saya berolahraga di rumah saja.